Benron Taikai tk regional Jawa Timur 2015

9/17/2015

Hari itu, tanggal 23 Mei 2015 bertempat di Gedung Pascasarjana kampus Universitas Negeri Surabaya, Ketintang, diadakan event tahunan yaitu Lomba Pidato Bahasa Jepang ke 36 regional Jawa Timur, oleh pihak Japan Foundation bekerja sama dengan East Java Japan Club dan Sekolah Jepang Surabaya, dan beberapa pihak sponsor lainnya.

Tahun ini, untuk mendapatkan kembali juara di tingkat regional Jawa Timur, Sastra Jepang Universitas Airlangga juga kembali mengikutkan dua mahasiswanya untuk mengikuti lomba ini. Mereka adalah Ghulam Bintang Syahrial dan Dayan Fernando. Keduanya merupakan mahasiswa Sastra Jepang Unair angkatan 2012.

Lomba Pidato Bahasa Jepang regional Jawa Timur tahun ini diadakan berbeda dari lomba-lomba pidato sebelumnya. Yaitu, pada tahun ini semua teks pidato peserta harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk ditampilkan di LCD proyektor. Tujuannya adalah agar pengunjung atau penonton yang datang ke tempat lomba yang tidak bisa berbahasa Jepang, mengetahui materi yang disampaikan oleh peserta lomba.

Jam sudah menunjukkan 08.30 WIB tanda waktu lomba sudah dimulai. Pembukaan disampaikan oleh para undangan yang datang menghadiri acara. Tepat pukul 09.00 lomba dimulai. Dayan mendapatkan nomer urut 3, sedangkan Ghulam mendapatkan nomer urut 7 pada lomba kali ini. 20 menit setelah lomba dimulai, Dayan sudah bersiap-siap untuk memulai pidatonya. Pada kesempatan kali ini Dayan menceritakan tentang pengalamannya ketika bekerja di toko ikan tempat dia melakukan kerja paruh waktu. Toko ikan ini dimiliki oleh orang Jepang. Dayan menceritakan bagaimana dia berusaha memahami pola pikir orang Jepang, karena pada saat pertama kali bekerja, dia mengaku sering dimarahi boss-nya. Seiring dengan berjalannya waktu dia akhirnya mengerti mengapa orang Jepang begitu disiplin dan memperhatikan suatu detail yang kecil. Dikatakan dalam pidatonya, dia ingin menjadi jembatan penghubung antara Jepang dan Indonesia agar keduanya tidak saling salah paham karena perbedaan budaya.

Setelah tujuh menit berpidato dan kemudian diberi pertanyaan. Giliran Dayan sudah berakhir, dan dilanjutkan ke peserta berikutnya hingga ke nomer urut 7, yaitu Ghulam. Pada kesempatan ini, Ghulam membawakan pidato berjudul 笑顔の力 atau “Kekuatan Senyuman”. Saat pertama naik ke podium Ghulam membuat semua orang tertawa, karena dia yang meminta. Ghulam, kemudian bercerita kepada penonton tentang kehidupan anak-anak jalanan dan kesan kunjungan pertama ke tempat berkumpulnya anak-anak jalanan. Dalam pidatonya, Ghulam bercita-cita untuk membuatkan sekolah bagi anak-anak jalanan. Karena bagaimanapun juga pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk merubah kehidupan, kata Ghulam dalam pidatonya. Di akhir pidato Ghulam menyebutkan bahwa, jika orang-orang banyak yang tersenyum, pasti senyum itu membuat orang yang melihatnya bahagia. Dengan closing statement itu, selesailah pidato Ghulam dan kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan oleh dewan juri.


Hingga akhirnya, selesailah semua peserta menyampaikan pidatonya. Dan tibalah pengumuman pemenang. Para peserta dibariskan di depan para penonton. Tidak disangka Ghulam berhasil mendapatkan juara 2 dalam lomba pidato Bahasa Jepang regional Jawa Timur tahun ini. Dengan ini Ghulam berhak mendapatkan tiket untuk berjuang kembali di lomba pidato Bahasa Jepang tingkat nasional di Jakarta.


You Might Also Like

0 komentar